The official IELTS by IDP app is here! Download it today.

Close

Apakah bahasa Inggris sulit dipelajari oleh pelajar Indonesia? Belajar bahasa Inggris memang bisa menjadi tantangan, terutama dalam memahami tata bahasa, melatih pengucapan, dan membangun rasa percaya diri saat berbicara dalam percakapan sehari-hari. Namun, kesulitan tersebut bisa diatasi melalui latihan yang konsisten, strategi belajar yang tepat, serta lebih banyak kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris di luar kelas.

Bagi banyak pelajar Indonesia, bahasa Inggris lebih sering dipelajari sebagai bahasa asing di sekolah daripada digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, seseorang mungkin memahami aturan tata bahasa Inggris, tetapi masih kesulitan berkomunikasi secara alami dalam situasi nyata.

Jika Anda berencana kuliah di luar negeri, tantangan ini mungkin akan semakin terasa ketika Anda harus aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan berkomunikasi dengan teman sekelas dari berbagai negara.

Kabar baiknya, kemampuan bahasa Inggris dapat terus berkembang dengan latihan yang konsisten dan metode belajar yang tepat. Dalam panduan ini, kita akan membahas alasan bahasa Inggris bisa terasa sulit bagi pelajar Indonesia, tantangan yang umum dihadapi, serta cara praktis untuk meningkatkan rasa percaya diri sambil mempersiapkan IELTS dan studi di luar negeri.

Persiapkan diri untuk IELTS Cek jadwal tes IELTS yang tersedia

Mengapa Bahasa Inggris Sulit Dipelajari oleh Sebagian Pelajar Indonesia?

Bahasa Inggris bisa menjadi tantangan bagi pelajar Indonesia karena adanya perbedaan struktur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, terbatasnya kesempatan untuk berlatih di luar kelas, serta kurangnya rasa percaya diri saat berbicara.

Meskipun banyak pelajar Indonesia telah mempelajari bahasa Inggris selama bertahun-tahun, menghafal kosakata dan memahami aturan tata bahasa belum tentu membuat seseorang mampu berkomunikasi secara spontan.

Sebuah penelitian terhadap mahasiswa Indonesia yang mengambil jurusan bahasa Inggris menemukan bahwa bentuk tenses yang kompleks, seperti past perfect, past perfect continuous, dan future perfect continuous, termasuk struktur yang sering digunakan secara kurang tepat. Hal ini bukan selalu karena mahasiswa belum pernah mempelajarinya, melainkan karena memahami aturan dan menerapkannya secara langsung merupakan dua kemampuan yang berbeda.

Memahami tantangan tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda.

1. Perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Salah satu alasan bahasa Inggris terasa sulit bagi pelajar Indonesia adalah perbedaan struktur tata bahasa antara kedua bahasa tersebut.

Sebagai contoh, dalam bahasa Indonesia, bentuk kata kerja umumnya tidak berubah untuk menunjukkan waktu terjadinya suatu peristiwa, berbeda dengan bahasa Inggris.

Perhatikan contoh berikut:

  • Present (masa kini): I study English every day. (Saya belajar bahasa Inggris setiap hari.)

  • Past (masa lalu): I studied English yesterday. (Saya belajar bahasa Inggris kemarin.)

  • Future (masa depan): I will study English tomorrow. (Saya akan belajar bahasa Inggris besok.)

Dalam bahasa Indonesia, keterangan waktu biasanya disampaikan melalui konteks atau penambahan kata tertentu, bukan dengan mengubah bentuk kata kerja.

Bahasa Inggris juga memiliki aturan penggunaan kata sandang (a, an, the), kesesuaian antara subjek dan kata kerja (subject-verb agreement), serta berbagai bentuk tenses yang lebih kompleks.

Bagi pelajar Indonesia, memahami aturan tersebut mungkin tidak terlalu sulit. Namun, menggunakannya secara alami saat berbicara membutuhkan latihan.

Cara meningkatkannya:

Daripada hanya menghafal aturan tata bahasa, cobalah menggunakannya dalam situasi sehari-hari.

Misalnya, ceritakan kegiatan yang Anda lakukan kemarin, aktivitas yang sedang Anda kerjakan hari ini, dan rencana Anda untuk besok.

Latihan seperti ini membantu Anda semakin terbiasa menggunakan berbagai bentuk tenses saat berbicara.

2. Terbatasnya Penggunaan Bahasa Inggris di Luar Kelas

Indonesia umumnya termasuk lingkungan English as a Foreign Language (EFL), yaitu lingkungan tempat bahasa Inggris dipelajari sebagai bahasa asing.

Bagi banyak pelajar, penggunaan bahasa Inggris lebih sering ditemukan di sekolah, universitas, konten digital, atau kursus bahasa.

Di luar lingkungan tersebut, bahasa Indonesia atau bahasa daerah lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari.

Akibatnya, sebagian pelajar mungkin mampu memahami teks berbahasa Inggris, tetapi masih kesulitan mengikuti percakapan alami atau memberikan respons dengan cepat.

Cara meningkatkannya:

Ciptakan lebih banyak kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris sepanjang hari.

Beberapa kegiatan yang bisa Anda coba antara lain:

  • Menonton video atau mendengarkan podcast berbahasa Inggris tanpa selalu bergantung pada subtitle.

  • Membaca berita, blog, atau buku berbahasa Inggris tentang topik yang Anda sukai.

  • Mengubah pengaturan bahasa ponsel atau aplikasi tertentu menjadi bahasa Inggris.

  • Bergabung dengan komunitas online yang menggunakan bahasa Inggris.

  • Berlatih menjelaskan kegiatan sehari-hari dengan suara lantang dalam bahasa Inggris.

Tujuannya adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari rutinitas Anda, bukan hanya bahasa yang digunakan saat mengikuti pelajaran.

3. Takut Melakukan Kesalahan Saat Berbicara Bahasa Inggris

Sebagian pelajar Indonesia merasa kurang nyaman berbicara dalam bahasa Inggris karena khawatir melakukan kesalahan tata bahasa, salah mengucapkan kata, atau mendapat penilaian negatif dari orang lain.

Kekhawatiran ini dapat membuat seseorang ragu untuk berbicara, terutama ketika harus memberikan respons secara spontan.

Padahal, menunggu sampai kemampuan bahasa Inggris benar-benar sempurna justru dapat membatasi kesempatan Anda untuk berkembang.

Rasa percaya diri tumbuh melalui latihan berulang, termasuk ketika Anda melakukan kesalahan dan belajar darinya.

learn-english-from-bahasa-indonesia

Kesulitan Tata Bahasa Inggris yang Umum Dialami Pelajar Indonesia

Tata bahasa atau grammar sering menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelajar Indonesia.

Mempelajari aturan tata bahasa memang penting, tetapi kemampuan menerapkannya dengan tepat juga sama pentingnya.

Memahami Tenses dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggris menggunakan bentuk kata kerja yang berbeda untuk menunjukkan kapan suatu tindakan terjadi.

Sebagai contoh:

  • I have completed my assignment. (Saya sudah menyelesaikan tugas saya.)

  • I completed my assignment yesterday. (Saya menyelesaikan tugas saya kemarin.)

  • I had completed my assignment before the lecture started. (Saya sudah menyelesaikan tugas sebelum perkuliahan dimulai.)

Meskipun ketiga kalimat tersebut membahas tindakan yang sudah selesai, struktur tata bahasanya menunjukkan hubungan waktu yang berbeda.

Berlatih menggunakan tenses dalam kalimat yang memiliki konteks jelas dapat membantu Anda memahami kapan dan bagaimana menggunakannya.

Menggunakan Articles dan Prepositions dengan Tepat

Kata sandang atau articles, seperti a, an, dan the, dapat membingungkan karena bahasa Indonesia tidak memiliki sistem penggunaan kata sandang yang sama.

Begitu pula dengan kata depan atau prepositions, seperti in, on, dan at, yang penggunaannya bergantung pada konteks.

Contohnya:

  • I study at a university. (Saya kuliah di sebuah universitas.)

  • My class starts at 9 AM. (Kelas saya dimulai pukul 9 pagi.)

  • I live in Jakarta. (Saya tinggal di Jakarta.)

  • My exam is on Monday. (Ujian saya berlangsung pada hari Senin.)

Daripada menghafal kata satu per satu, pelajari frasa yang umum digunakan dan biasakan memakainya dalam kalimat lengkap.

Menerapkan Tata Bahasa Secara Alami Saat Berbicara

Memahami aturan tata bahasa berbeda dengan menggunakannya secara langsung dalam percakapan.

Anda mungkin memahami penggunaan past perfect tense, tetapi masih kesulitan menerapkannya ketika harus menjawab pertanyaan yang tidak terduga.

Untuk meningkatkan kemampuan ini, berlatihlah berbicara tentang topik yang sudah Anda kenal tanpa menyiapkan naskah lengkap terlebih dahulu.

Misalnya, coba jawab pertanyaan berikut:

  • What did you do last weekend? (Apa yang Anda lakukan akhir pekan lalu?)

  • Why do you want to study abroad? (Mengapa Anda ingin kuliah di luar negeri?)

  • What are your plans after graduation? (Apa rencana Anda setelah lulus?)

Pertanyaan seperti ini juga mirip dengan topik umum yang mungkin Anda temui saat mempersiapkan tes IELTS Speaking.

Cara Meningkatkan Pengucapan dan Kemampuan Listening Bahasa Inggris

Pengucapan bahasa Inggris dapat menjadi tantangan bagi penutur bahasa Indonesia karena beberapa bunyi, pola penekanan kata, dan aturan ejaannya berbeda.

Misalnya, kata ship dan sheep memiliki bunyi vokal yang berbeda, meskipun bagi sebagian pelajar keduanya mungkin terdengar hampir sama.

Bahasa Inggris juga memiliki huruf yang tidak diucapkan, seperti huruf k pada kata know, serta kata-kata yang pengucapannya berubah sesuai fungsi dalam kalimat.

Perhatikan contoh berikut:

  • REcord – kata benda

  • reCORD – kata kerja

Perbedaan penekanan suku kata memengaruhi pengucapan dan membantu membedakan maknanya.

Namun, meningkatkan pengucapan bukan berarti Anda harus menghilangkan aksen Indonesia.

Yang terpenting adalah berbicara dengan jelas agar orang lain dapat memahami maksud Anda.

Berlatih dengan Teknik Shadowing

Shadowing adalah teknik belajar dengan mendengarkan bahasa Inggris, lalu mengulangi apa yang didengar sambil berusaha mengikuti pengucapan, ritme, dan intonasi pembicara.

Berikut cara melakukannya:

  1. Pilih video pendek, podcast, atau cuplikan berita berbahasa Inggris.

  2. Dengarkan sekali untuk memahami isi pembicaraan.

  3. Putar kembali rekamannya dan ulangi kalimat yang Anda dengar dengan suara lantang.

  4. Perhatikan penekanan kata, pengucapan, dan ritmenya.

  5. Lakukan latihan secara rutin menggunakan pembicara dan topik yang berbeda.

Mulailah dengan rekaman singkat sebelum beralih ke percakapan yang lebih panjang.

Rekam Suara Anda Saat Berbicara Bahasa Inggris

Merekam suara sendiri dapat membantu Anda mengenali pola pengucapan, jeda yang terlalu sering, dan bagian ucapan yang kurang jelas.

Pilih topik yang sudah Anda kenal, lalu berbicaralah selama satu hingga dua menit.

Dengarkan hasil rekaman dan perhatikan beberapa hal berikut:

  • Apakah kata-kata yang Anda ucapkan mudah dipahami?

  • Apakah Anda terlalu sering berhenti saat berbicara?

  • Apakah ada kata tertentu yang sulit diucapkan?

  • Apakah kalimat Anda terdengar mengalir secara alami?

Setelah berlatih, ulangi kegiatan yang sama dan bandingkan hasil rekamannya.

Dengarkan Berbagai Aksen Bahasa Inggris

Ketika kuliah di luar negeri, Anda mungkin akan berinteraksi dengan teman sekelas, dosen, dan masyarakat setempat yang memiliki aksen bahasa Inggris berbeda.

Mendengarkan berbagai penutur bahasa Inggris dapat membantu Anda semakin terbiasa memahami beragam pola pengucapan.

Anda bisa berlatih melalui wawancara, podcast, rekaman kuliah, dan materi berbahasa Inggris lainnya.

Latihan ini juga bermanfaat saat mempersiapkan tes IELTS Listening, yang menggunakan berbagai aksen bahasa Inggris.

Jelajahi materi persiapan IELTS Listening

Indonesian Students talking

Cara Mengatasi Rasa Malu dan Lebih Percaya Diri Berbicara Bahasa Inggris

Dalam budaya Indonesia, rasa malu dapat berkaitan dengan perasaan segan, canggung, atau kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70% pelajar Indonesia melaporkan mengalami kecemasan, takut dikritik, atau merasa malu ketika menggunakan bahasa Inggris.

Bagi sebagian pelajar, perasaan tersebut dapat membuat mereka kurang nyaman berbicara bahasa Inggris di depan teman sekelas atau orang yang belum dikenal.

Anda mungkin khawatir melakukan kesalahan, mendapat kritik, atau tidak mampu menyampaikan pendapat dengan jelas.

Kekhawatiran ini bisa semakin terasa saat kuliah di luar negeri, ketika diskusi kelas, presentasi, dan kegiatan kelompok sering menuntut partisipasi aktif.

Namun, rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris dapat dibangun melalui latihan.

Mulai dengan Target Berbicara yang Sederhana

Anda tidak harus langsung memberikan presentasi panjang atau mengikuti debat yang rumit.

Mulailah dengan kegiatan sederhana yang mudah dilakukan, seperti:

  • Mengajukan satu pertanyaan dalam diskusi berbahasa Inggris.

  • Menyampaikan pendapat singkat tentang topik yang sudah Anda pahami.

  • Berbicara bahasa Inggris dengan teman selama lima menit.

  • Menjelaskan sesuatu yang baru saja Anda pelajari.

  • Bergabung dengan kelompok percakapan bahasa Inggris.

Ketika kegiatan tersebut mulai terasa nyaman, tingkatkan tantangan secara bertahap dengan mencoba percakapan yang lebih panjang.

Berlatih di Lingkungan yang Mendukung

Carilah kesempatan berbicara bahasa Inggris di lingkungan yang membuat Anda tidak terlalu takut melakukan kesalahan.

Misalnya, melalui komunitas pertukaran bahasa, kelompok belajar bersama teman, atau komunitas percakapan online.

Tujuannya adalah membangun rasa percaya diri melalui interaksi yang dilakukan secara berulang.

Ingatlah bahwa melakukan kesalahan merupakan bagian yang wajar dari proses belajar bahasa.

Daripada terlalu memikirkan setiap kesalahan, cobalah menilai apakah pesan Anda sudah tersampaikan dengan jelas dan apa yang bisa diperbaiki pada kesempatan berikutnya.

Belajar Berpartisipasi dalam Diskusi Kelas

Kuliah di luar negeri mungkin mengharuskan Anda beradaptasi dengan suasana dan ekspektasi pembelajaran yang berbeda.

Beberapa universitas mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya, menanggapi pendapat, dan berkontribusi dalam diskusi.

Anda tidak selalu harus memberikan jawaban panjang atau menyusun kalimat yang sempurna.

Cobalah menggunakan ungkapan sederhana berikut:

  • "I agree with that point because..." (Saya setuju dengan pendapat tersebut karena...)

  • "Could you explain what you mean by...?" (Bisakah Anda menjelaskan maksud dari...?)

  • "I have a different perspective on this." (Saya memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini.)

  • "Can I add something to that discussion?" (Bolehkah saya menambahkan sesuatu dalam diskusi ini?)

  • "Based on my understanding..." (Berdasarkan pemahaman saya...)

Dengan membiasakan diri menggunakan ungkapan tersebut, Anda dapat merasa lebih nyaman saat berpartisipasi dalam diskusi kelas.

Cara Berlatih Bahasa Inggris Sebelum Kuliah di Luar Negeri

Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tidak berarti Anda harus menghabiskan waktu setiap hari di ruang kelas.

Membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu Anda mempersiapkan komunikasi akademik sekaligus kehidupan di luar negeri.

Berlatih Percakapan Sehari-hari

Saat kuliah di luar negeri, Anda akan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi, bukan hanya ketika mengikuti perkuliahan.

Misalnya, saat:

  • Berbelanja kebutuhan sehari-hari atau memesan makanan.

  • Menanyakan arah jalan.

  • Menggunakan transportasi umum.

  • Berkomunikasi dengan teman serumah.

  • Berkonsultasi dengan dokter.

  • Membuka rekening bank.

  • Mengikuti kegiatan kemahasiswaan.

Sebelum berangkat, biasakan diri menggunakan ungkapan bahasa Inggris yang sering muncul dalam situasi tersebut.

Sebagai contoh, cobalah berlatih menjelaskan masalah kepada petugas toko atau meminta bantuan kepada seseorang.

Latihan sederhana ini dapat membantu Anda lebih nyaman menghadapi percakapan spontan.

Buat Rutinitas Belajar Bahasa Inggris Setiap Hari

Latihan yang konsisten sering kali lebih bermanfaat daripada belajar secara intensif hanya sesekali.

Berikut contoh rutinitas belajar bahasa Inggris selama 30 menit setiap hari:

Aktivitas

Durasi

Fokus

Mendengarkan podcast atau menonton video berbahasa Inggris

10 menit

Pemahaman listening

Berlatih berbicara tentang topik yang sudah dikenal

10 menit

Kelancaran dan rasa percaya diri

Membaca artikel pendek berbahasa Inggris

5 menit

Kosakata dan kemampuan membaca

Mengulas ungkapan baru atau tata bahasa

5 menit

Ketepatan penggunaan bahasa

Anda dapat menyesuaikan kegiatan tersebut dengan kemampuan, kebutuhan, dan waktu yang tersedia.

Seiring meningkatnya rasa percaya diri, cobalah materi yang lebih menantang dan berlatih membahas topik yang lebih kompleks.

Bagaimana Persiapan IELTS Membantu Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris?

Jika Anda berencana kuliah di luar negeri, mempersiapkan IELTS dapat membantu Anda melatih kemampuan bahasa Inggris yang umum digunakan dalam lingkungan akademik.

IELTS menguji empat keterampilan utama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Keempat keterampilan tersebut berkaitan dengan berbagai situasi komunikasi yang mungkin Anda hadapi selama kuliah di luar negeri.

IELTS Listening: Memahami Bahasa Inggris Lisan

Tes IELTS Listening menilai kemampuan Anda memahami bahasa Inggris yang diucapkan dalam berbagai konteks.

Latihan listening dapat membantu Anda lebih terbiasa mengikuti percakapan, mengenali informasi penting, dan memahami beragam aksen.

Kemampuan ini juga bermanfaat ketika mendengarkan penjelasan dosen dan mengikuti diskusi di universitas.

IELTS Reading: Memahami Teks Akademik

Tes IELTS Academic Reading menggunakan bacaan untuk menilai kemampuan Anda memahami informasi tertulis, menemukan gagasan utama, dan mengenali detail penting.

Melalui latihan yang terarah, Anda dapat mengembangkan strategi membaca yang juga berguna saat mempelajari materi akademik.

IELTS Writing: Menyampaikan Ide dengan Jelas

Tes IELTS Academic Writing mengharuskan Anda menyusun informasi, mengembangkan argumen, dan menyampaikan gagasan secara tertulis dalam bahasa Inggris.

Keterampilan ini relevan ketika Anda mengerjakan tugas kuliah, menulis laporan, dan menyelesaikan berbagai kegiatan penulisan akademik.

IELTS Speaking: Meningkatkan Kelancaran dan Rasa Percaya Diri

Tes IELTS Speaking menilai kemampuan Anda berkomunikasi secara lisan melalui percakapan langsung dengan penguji.

Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria:

  • Fluency and coherence (kelancaran dan keterpaduan)

  • Lexical resource (penguasaan kosakata)

  • Grammatical range and accuracy (variasi dan ketepatan tata bahasa)

  • Pronunciation (pengucapan)

Anda tidak harus memiliki aksen Inggris Britania atau Amerika untuk mendapatkan hasil yang baik.

Sebaliknya, fokuslah pada kemampuan menyampaikan ide dengan jelas, mengembangkan jawaban, serta menggunakan bahasa secara tepat dan sesuai konteks.

Berlatih dengan contoh soal IELTS Speaking juga dapat membantu Anda lebih terbiasa menjawab pertanyaan tentang topik yang belum dikenal tanpa bergantung pada jawaban yang dihafalkan.

Mulai Tingkatkan Rasa Percaya Diri Berbahasa Inggris Bersama IDP IELTS Indonesia

Belajar bahasa Inggris mungkin terasa menantang, terutama jika Anda sedang mempersiapkan diri untuk kuliah di negara yang menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik dan kehidupan sehari-hari.

Namun, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris bukan hanya soal menghafal aturan tata bahasa atau menambah kosakata. Yang tidak kalah penting adalah membangun rasa percaya diri untuk berkomunikasi, berpartisipasi dalam diskusi, dan menyampaikan pendapat dengan jelas.

Baik Anda sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti perkuliahan di Melbourne, berdiskusi di kelas di Manchester, maupun berkomunikasi dengan teman-teman internasional, setiap kesempatan berlatih akan membantu Anda semakin dekat dengan tujuan.

Jika Anda berencana kuliah di luar negeri, IELTS dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menunjukkan kemampuan bahasa Inggris Anda kepada universitas dan lembaga lainnya.

Mulailah dengan menjelajahi materi persiapan IELTS gratis, melatih kemampuan bahasa Inggris, dan mencari tahu persyaratan skor IELTS di universitas tujuan Anda.

Ketika sudah siap, Anda dapat memeriksa jadwal tes IELTS yang tersedia dan mendaftar melalui IDP IELTS Indonesia.

Daftar tes IELTS sekarang!

whatsapp-icon