
Catatan: Aturan visa AS dapat berubah berdasarkan keputusan pemerintah, tantangan hukum, dan peninjauan kebijakan. Informasi yang dibagikan di sini mencerminkan kondisi pada saat artikel ini diterbitkan. Kami menyarankan pembaca untuk memeriksa pembaruan terbaru di situs web U.S. Citizenship and Immigration Services (USCIS) dan U.S. Department of State.
Apakah melanjutkan studi atau bekerja di AS menjadi salah satu tujuan utamamu? Ada alasan mengapa Amerika Serikat telah lama memiliki reputasi yang kuat di kalangan mahasiswa dan tenaga profesional internasional – dan reputasi tersebut masih bertahan hingga saat ini.
AS memiliki sistem pendidikan yang sangat beragam, mulai dari universitas Ivy League hingga liberal arts universities dan community colleges. Negara ini juga menjadi rumah bagi perusahaan teknologi raksasa seperti MAANG (Meta, Apple, Amazon, Netflix, Google), laboratorium penelitian yang didanai dengan baik, serta menawarkan gaji di bidang STEM yang umumnya lebih tinggi atau bahkan sulit ditandingi.
Kebijakan visa di AS mungkin bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan serta risiko baru, tetapi hal tersebut tidak menutup semua peluang untuk meraih gelar dan membangun karier di AS.
Kamu juga perlu mengetahui kapan kamu mungkin memerlukan tes bahasa Inggris untuk keperluan visa dan imigrasi ke AS. U.S. Citizenship and Immigration Services (USCIS) tidak mengharuskan kamu menunjukkan skor IELTS saat mengajukan visa kerja atau Green Card.
Kamu biasanya memerlukan hasil tes bahasa Inggris saat mengajukan pendaftaran ke universitas di AS, registrasi profesi melalui badan lisensi (misalnya, untuk perawat), atau melamar pekerjaan.
Perencanaan sejak awal sangat penting untuk meraih kesuksesan. Berikut adalah skor minimum IELTS yang diperlukan untuk berbagai jalur visa AS.

Skor IELTS untuk bekerja di AS dan mendapatkan Permanent Residency (PR) tahun 2026
1. Bekerja di AS dengan visa studi
Mendapatkan F-1 study visa dan berhasil lulus dari institusi pendidikan tinggi di AS merupakan salah satu jalur untuk memperoleh pengalaman kerja di AS dan mendapatkan peluang di pasar kerja yang kompetitif. Beberapa persyaratan penting untuk melanjutkan studi, termasuk di universitas-universitas terbaik di AS, meliputi:
Membuktikan tingkat kemampuan bahasa Inggris yang sesuai untuk masuk ke program akademik di AS.
Mengikuti tes IELTS Academic.
Berhasil mendapatkan tempat di institusi pendidikan yang tersertifikasi oleh Student and Exchange Visitor Program (SEVP).
Skor minimum IELTS untuk program sarjana dan pascasarjana berkisar antara 6.5 hingga 8.0, tergantung pada universitas dan program studi.
Membuktikan bahwa kamu mampu membiayai seluruh masa studi, termasuk biaya kuliah dan biaya hidup.
Menunjukkan bahwa kamu berencana kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi, termasuk dengan memiliki ikatan yang kuat dengan negara asalmu.
Ada beberapa perubahan dan ketentuan baru yang diperkirakan akan berlaku, yang dapat membuat proses dari F-1 hingga mencari pekerjaan di AS menjadi sedikit lebih kompleks:
Mulai 15 September 2026, sistem ‘Duration of Status’ tidak lagi berlaku bagi seluruh mahasiswa yang sedang maupun baru menjalani studi. Sebelumnya, sistem ini memungkinkan pemegang F-1 visa untuk tetap berada di AS selama mereka tetap terdaftar dalam program studi penuh waktu, tanpa batas waktu tertentu.
Sistem ini akan digantikan dengan periode izin masuk yang tetap dan Extension of Stay (EOS) sebagai upaya untuk menetapkan batas waktu yang jelas dan pasti mengenai berapa lama mahasiswa F-1 dapat memegang visa mereka.
Batas waktu izin masuk F-1 ditetapkan: berdasarkan durasi program studimu, atau maksimal 4 tahun.
Siapa yang dapat mengajukan EOS: mereka yang masa studinya berlangsung lebih dari 4 tahun, memulai program studi baru saat berada di AS, atau mengajukan post-completion OPT/STEM OPT.
Masa tenggang untuk meninggalkan AS setelah program studi berakhir dikurangi dari 60 hari menjadi 30 hari.
2. Membangun pengalaman kerja di AS melalui CPT dan/atau OPT
Ada dua cara untuk bekerja dengan F-1 student visa, dan keduanya sering kali tertukar.
Curricular Practical Training (CPT) memungkinkan kamu bekerja selama masa studi, sedangkan Optional Practical Training (OPT) ditujukan untuk bekerja setelah kamu lulus. Keduanya memungkinkan kamu bekerja pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan bidang studi utamamu.
Berikut penjelasan mengenai kedua jalur tersebut:
Pre-completion CPT: Setelah menyelesaikan satu tahun akademik penuh, kamu diperbolehkan bekerja hingga 20 jam per minggu dalam program magang atau penempatan kerja selama semester perkuliahan, atau bekerja penuh waktu selama masa liburan.
Post-completion OPT: Bekerja hingga 12 bulan setelah menyelesaikan studi akademik; atau
STEM OPT: Lulusan program studi STEM yang memenuhi syarat dari institusi pendidikan terakreditasi dapat mengajukan perpanjangan selama 24 bulan. Dengan demikian, kamu dapat memperoleh total 36 bulan pengalaman kerja melalui OPT.
Untuk memperjelas perbedaan dalam menggunakan CPT dan OPT:
Jika kamu menggunakan CPT penuh waktu selama 12 bulan atau lebih, kamu tidak lagi memenuhi syarat untuk menggunakan jalur OPT.
Durasi CPT yang digunakan kurang dari 12 bulan tidak akan mengurangi manfaat OPT selama 12 bulan yang kamu miliki.
Untuk mengetahui persyaratan lengkap pengajuan F-1 student visa, kamu dapat memperoleh konsultasi gratis dengan konselor studi luar negeri dari IDP.
3. Beralih ke temporary work visa
Mendapatkan tawaran pekerjaan setelah lulus merupakan jalur yang umum untuk beralih dari mahasiswa menjadi pekerja. Jika kamu berencana bekerja sementara di Amerika Serikat, tidak ada persyaratan kemampuan bahasa Inggris atau sertifikasi IELTS yang diperlukan, baik kamu menempuh studi di AS maupun tidak. Namun, perusahaan tempatmu bekerja mungkin meminta kamu untuk memberikan bukti kemampuan bahasa Inggris.
Berdasarkan jenis pekerjaan yang kamu lakukan, berikut beberapa jenis visa yang paling umum:
Ringkasan terbaru H-1B Visa 2026:
Persetujuan H-1B visa dibatasi hingga 65.000 slot per tahun, dengan tambahan 20.000 slot bagi lulusan yang memiliki gelar master atau lebih tinggi dari AS.
H-1B tidak lagi menggunakan sistem undian secara acak, tetapi menggunakan sistem seleksi berdasarkan tingkat gaji. Posisi dengan gaji lebih tinggi memiliki peluang entri yang lebih besar, hingga 4 entri dalam selection pool.
Biaya visa baru sebesar $103.000 (dibayarkan oleh perusahaan yang mempekerjakan pemegang H-1B) diusulkan untuk semua petisi H-1B visa baru, yang juga berdampak pada pekerja yang sudah berada di AS.
Biaya ini dapat menggantikan biaya pengajuan sebelumnya sebesar $100.000 yang diusulkan untuk pekerja H-1B dari luar AS, yang dibatalkan pada Juni 2026.
H-1B visa: Visa kerja yang disponsori perusahaan untuk specialty occupation selama hingga 3 tahun, dan dapat diperpanjang hingga maksimal 6 tahun. Visa ini memungkinkan ‘dual intent’, yang berarti kamu dapat mengajukan Green Card, biasanya melalui pekerjaan.
H-1B1 treaty-based temporary work visa: Visa ini khusus bagi warga negara Singapura dan Chile yang telah memiliki tawaran pekerjaan dari perusahaan untuk specialty occupation.
H-3 (trainee or special education visitor): Visa ini memungkinkan kamu datang ke AS sebagai trainee atau Special Education Exchange Visitor untuk mengikuti pelatihan di bidang tertentu, seperti pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
O (persons with extraordinary ability or achievement): Visa ini dapat diberikan kepada individu yang memiliki kemampuan atau pencapaian luar biasa di bidang tertentu, termasuk pendidikan, seni, bisnis, ilmu pengetahuan, dan olahraga.
P (athletes, artists, entertainers) visa: Ditujukan bagi atlet, entertainer, seniman, atau tenaga pendukung penting.
Q (cultural exchange) visa: Visa kerja ini sesuai bagi kamu yang ingin mengikuti program pertukaran budaya internasional yang ditetapkan oleh Department of Homeland Security.
Sebagai pemegang temporary work visa yang sudah tinggal di AS, seperti H-1B visa, kamu mungkin dapat mengubah status menjadi permanent residence melalui Green Card, biasanya dengan sponsor dari perusahaan.
4. Mengajukan employment-based Green Card
Mahasiswa F-1 dan tenaga kerja terampil yang memegang temporary work visa dan ingin mendapatkan permanent residency perlu beralih ke employment-based Green Card. Pada tahap ini, biasanya tidak diperlukan tes kemampuan bahasa Inggris.
Tiga opsi Green Card tersebut meliputi:
First-preference EB-1: Mengajukan petisi secara mandiri berdasarkan kemampuan luar biasa yang kamu miliki, seperti untuk profesor dan peneliti berprestasi, atau manajer dan eksekutif tertentu dari perusahaan multinasional.
Second-preference EB-2: Disponsori oleh perusahaan, memiliki gelar tingkat lanjut dan setidaknya 5 tahun pengalaman kerja; atau memiliki kemampuan luar biasa di bidang seni, bisnis, dan ilmu pengetahuan.
Third-preference EB-3: Disponsori oleh perusahaan, memiliki gelar sarjana dan setidaknya 2 tahun pengalaman kerja terampil atau pengalaman sebagai skilled labour.
5. Bekerja dan menetap di AS sebagai perawat atau tenaga kesehatan
AS merupakan salah satu negara terbaik untuk membangun karier di bidang keperawatan berkat besarnya peluang pengembangan karier yang tersedia bagi registered nurses yang menempuh pendidikan dan pelatihan di luar negeri.
Registered nurses internasional yang ingin melanjutkan karier di AS perlu menyelesaikan program screening dan memiliki VisaScreen certificate yang diterbitkan oleh TruMerit, yang memiliki persyaratan kemampuan bahasa Inggris.
Registered nurses dan tenaga kesehatan lainnya dari luar negeri perlu mengikuti tes IELTS Academic (bukan IELTS General Training), dengan persyaratan skor minimum bahasa Inggris dari HRSA sebagai berikut:
Registered nurses: Skor IELTS keseluruhan 6.5, dengan skor minimum 7.0 pada IELTS Speaking.
Licensed practical and vocational nurses: Skor IELTS keseluruhan 6.0, dengan skor minimum 7.0 pada IELTS Speaking.
Occupational therapists dan physical therapists: Skor IELTS keseluruhan 6.5, dengan skor minimum 7.0 pada IELTS Speaking.
Setelah memverifikasi kredensial yang kamu miliki, lulus ujian kompetensi nasional (baik NCLEX-RN maupun TruMerit Nurse Qualifying Exam), serta mendapatkan lisensi registered nurse dan work visa, kamu dapat beralih untuk menjalani praktik keperawatan di AS!

Studi, bekerja, dan menetap di AS dengan IELTS by IDP
Sekarang setelah kamu mendapatkan gambaran tentang berbagai jalur yang bisa membawamu untuk bekerja dan tinggal di AS, saatnya melangkah ke tahap berikutnya.
Sebagai pemilik bersama tes IELTS, IDP membantu pelajar dan profesional untuk mengambil langkah pertama menuju pencapaian skor IELTS yang mereka butuhkan.
Persiapkan dirimu untuk IELTS dengan beragam latihan resmi, panduan persiapan, dan materi belajar yang efektif untuk mendukung proses belajarmu!
Mulailah dengan mendaftar tes IELTS di IDP hari ini!
